Tuesday, March 31, 2020

APRESIASI KARYA SENI RUPA

APRESIASI KARYA SENI RUPA
YUNISA ANDIKA PUTRI
2017015024
6H
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA


A. Latar Belakang
Rupa dapat dinikmati melalui indera penglihatan. Rupa dapat terlihat atau muncul karena warna atau karena perwujudan materi yang ada di alam semesta ini.
Seni rupa adalah seni merekayasa alam ini agar memiliki nilai keindahan. Dari disinilah lahir seni lukis, seni patung, seni grafis, seni dekorasi dan lain-lain.
Unsur seni rupa dua dimensional adalah titik, garis, warna, bidang, terang gelap,dan tekstur. Semua unsur-unsur seni rupa tersebut, dapat dilakukan melalui berbagai teknik, diantaranya teknik goresan dan teknik pulasan.
Aliran-aliran dalam seni lukis sendiri diantaranya Realisme, Naturalisme, Romantisme, Impresionalisme, Optik Kinetik, Abstrak dan masih banyak lagi. Unsur titik dan garis merupakan elemen karya seni yang paling dasar dalam seni rupa. Seniman yang melukis objek benda dengan menggunakan titik-titik warna disebut beraliran impresionalisme dalam teknik pointilis. George Seurat, dan Paul Signac adalah tokoh aliran ini dari Perancis. Sedangkan seniman yang melukis menggunakan unsur garis biasanya seniman beraliran abstrak disamping seniman beraliran dekoratif.  
B. Biografi Seniman
Saparul Anwar atau yang lebih akrab di panggil dengan nama “Bang Palong” merupakan  salah satu seniman seni rupa yang berasal dari Lombok. Bang Palong menempuh pendidikan di salah satu universitas di Yogyakarta yakni di Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang beralamat di Jl. Parangtritis No.KM 6,5 Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Bantul, DIY.
Bang Palong tinggal di sebuah rumah yang di beri nama “Geng Mawar” yang tidak jauh dari Kampus Intitut Seni Indonesia Yogyakarta. Geng Mawar sendiri merupakan nama komunitas seni rupa yang biasanya berkumpul di rumah Bang Palong tersebut. Di dalam rumah Bang Palong sendiri terdapat banyak karya lukis yang sudah diciptakannya. Mulai dari lukisan yang kecil hingga lukisan dengan ukuran yang besar. Lukisan-lukisan tersebut juga sudah dipamerkan di beberapa kota di Indonesia. Hampir semua kota di Indonesia sudah menjadi tempat untuk memamerkan lukisan beliau. Salah satu cita-cita beliau adalah memamerkan lukisan di Kota Bandung yang belum pernah menjadi tempat untuk memamerkan lukisannya. Tidak hanya di Indonesia Bang Palong sudah memamerkan lukisannya di Luar Negeri yaitu salah satunya di Negara tetangga yaitu Malaysia. Tidak hanya memiliki keahlian di bidang seni rupa Bang Palong juga membuat aneka kerajinan yang di buat dari bahan kawat kuningan yang dibentuk menjadi berbagai bentuk misalnya bentuk gadis menari, menara, dan lain-lain.                                                                                                                                
C. Makna yang terkandung
Lukisan di atas adalah lukisan yang menggambarkan sebuah “Malaikat Kelaparan”. Semua makhluk Tuhan akan dihisap dan dipertanyakan pertanggung jawabannya. Malaikat kelaparan merupakan imajinasi seniman ketika malaikat diperintahkan untuk mencatat kebaikan ataupun kejahatan dan malaikat yang haus dan lapar akan catatan itu.
Bisa dilihat dari lukisan tersebut yang terdapat banyak kepala-kepala kecil di sekitar malaikat kelaparan yang menggambarkan sifat manusia. Jika manusia jahat maka timbal baliknya juga akan menerima kejahatan atau akan mendapat sebuah karma. Apapun yang dilakukan manusia pasti ada catatannya yang besok pasti ada pertanggung jawabannya.                                                                      
D. Alasan seniman tertarik di Dunia Seni Rupa
Awal mula Bang Palong datang ke Yogyakarta adalah belajar mengenai Seni musik. Ia datang melihat sebuah Konser di Taman Budaya yang dibawahnya terdapat sebuah pameran Seni Lukis yang membuat ia tertarik untuk mempelajari Seni Rupa. Ia melihat-lihat lukisan yang ada di pameran tersebut dan berfikir mengapa lukisan yang terlihat jelek tetapi harganya sangat mahal. Kemudian Bang Palong terus belajar mengenai Seni Rupa agar bisa diterima di ISI. Setelah mendalami Seni Rupa ternyata ia merasa sangat susah untuk mempelajarinya. Ternyata Seni Rupa tidak segampang yang ia pikirkan sebelumnya. Hampir selama 2 tahun Bang Palong tidak menghasilkan sebuah karya. Akhirnya ia terus mencoba-mencoba untuk membuat karya tapi masih belum berhasil. Bang Palong sendiri belum bisa berhasil lepas dari lukisan yang berwujud. Lama kelamaan Bang Palong berhasil membuat sebuah lukisan yang bisa ia pamerkan ke berbagai kota di Indonesia.                                      
E. Tempat dan waktu yang dibutuhkan seniman membuat karya
Studio Vandeaezz Factor merupakan tempat yang digunakan Bang Palong untuk membuat karya lukisan “Malaikat Kelaparan”. Ia membuat lukisan tersebut membutuhkan waktu selama kurang lebih 1 minggu. 
                                                                                                                                            
 F. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan lukisan sama seperti membuat lukisan pada umumnya yaitu kita perlu menyiapkan Cat Air, Palet Cat, Kuas, Kertas atau Kanvas, Pensil, Penjepit Kanvas, Alat Pembersih Kuas, dan Media Lukis.
Proses Pembuatan       :
1.    Siapkan peralatan yang dibutuhkan ketika akan melukis. Misalnya Cat air, Palet Cat, Kuas, dan lain-lain.
2.       Sketsa terlebih dahulu gambar yang ingin dilukis dan jangan terlalu tebal.
3.    Siapkan cat dan campurkan warna yang akan digunakan untuk melukis ke dalam palet cat.
4.      Siapkan kanvas dan lukis dengan menggunakan cat air yang sudah di siapkan.

(Lukisan Malaikat Kelaparan)


(Foto bersama Seniman)

DAFTAR PUSTAKA
Nurhadiat, Dedi.2004.Pendidikan Seni Rupa SMP Kelas 2.Jakarta:Grasindo