APRESIASI
KARYA SENI RUPA
YUNISA ANDIKA PUTRI
2017015024
6H
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA
A. Latar Belakang
Rupa
dapat dinikmati melalui indera penglihatan. Rupa dapat terlihat atau muncul
karena warna atau karena perwujudan materi yang ada di alam semesta ini.
Seni rupa adalah seni
merekayasa alam ini agar memiliki nilai keindahan. Dari disinilah lahir seni
lukis, seni patung, seni grafis, seni dekorasi dan lain-lain.
Unsur
seni rupa dua dimensional adalah titik, garis, warna, bidang, terang gelap,dan tekstur.
Semua unsur-unsur seni rupa tersebut, dapat dilakukan melalui berbagai teknik,
diantaranya teknik goresan dan teknik pulasan.
Aliran-aliran dalam seni lukis sendiri
diantaranya Realisme, Naturalisme,
Romantisme, Impresionalisme, Optik Kinetik, Abstrak dan masih banyak lagi. Unsur
titik dan garis merupakan elemen karya seni yang paling dasar dalam seni rupa.
Seniman yang melukis objek benda dengan menggunakan titik-titik warna disebut
beraliran impresionalisme dalam
teknik pointilis. George Seurat, dan Paul Signac adalah tokoh aliran ini dari
Perancis. Sedangkan seniman yang melukis menggunakan unsur garis biasanya
seniman beraliran abstrak disamping seniman beraliran dekoratif.
B. Biografi Seniman
B. Biografi Seniman
Saparul
Anwar atau yang lebih akrab di panggil dengan nama “Bang Palong” merupakan salah satu seniman seni rupa yang berasal
dari Lombok. Bang Palong menempuh pendidikan di salah satu universitas di
Yogyakarta yakni di Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang beralamat di Jl.
Parangtritis No.KM 6,5 Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Bantul, DIY.
Bang Palong tinggal di sebuah rumah yang di beri
nama “Geng Mawar” yang tidak jauh dari Kampus Intitut Seni Indonesia
Yogyakarta. Geng Mawar sendiri merupakan nama komunitas seni rupa yang biasanya
berkumpul di rumah Bang Palong tersebut. Di dalam rumah Bang Palong sendiri
terdapat banyak karya lukis yang sudah diciptakannya. Mulai dari lukisan yang
kecil hingga lukisan dengan ukuran yang besar. Lukisan-lukisan tersebut juga
sudah dipamerkan di beberapa kota di Indonesia. Hampir semua kota di Indonesia
sudah menjadi tempat untuk memamerkan lukisan beliau. Salah satu cita-cita
beliau adalah memamerkan lukisan di Kota Bandung yang belum pernah menjadi
tempat untuk memamerkan lukisannya. Tidak hanya di Indonesia Bang Palong sudah
memamerkan lukisannya di Luar Negeri yaitu salah satunya di Negara tetangga
yaitu Malaysia. Tidak hanya memiliki keahlian di bidang seni rupa Bang Palong
juga membuat aneka kerajinan yang di buat dari bahan kawat kuningan yang
dibentuk menjadi berbagai bentuk misalnya bentuk gadis menari, menara, dan
lain-lain.
C. Makna yang terkandung
C. Makna yang terkandung
Lukisan
di atas adalah lukisan yang menggambarkan sebuah “Malaikat Kelaparan”. Semua
makhluk Tuhan akan dihisap dan dipertanyakan pertanggung jawabannya. Malaikat kelaparan
merupakan imajinasi seniman ketika malaikat diperintahkan untuk mencatat
kebaikan ataupun kejahatan dan malaikat yang haus dan lapar akan catatan itu.
Bisa
dilihat dari lukisan tersebut yang terdapat banyak kepala-kepala kecil di
sekitar malaikat kelaparan yang menggambarkan sifat manusia. Jika manusia jahat
maka timbal baliknya juga akan menerima kejahatan atau akan mendapat sebuah
karma. Apapun yang dilakukan manusia pasti ada catatannya yang besok pasti ada
pertanggung jawabannya.
D. Alasan seniman tertarik di Dunia Seni Rupa
D.
Awal mula Bang Palong datang ke Yogyakarta
adalah belajar mengenai Seni musik. Ia datang melihat sebuah Konser di Taman
Budaya yang dibawahnya terdapat sebuah pameran Seni Lukis yang membuat ia
tertarik untuk mempelajari Seni Rupa. Ia melihat-lihat lukisan yang ada di
pameran tersebut dan berfikir mengapa lukisan yang terlihat jelek tetapi
harganya sangat mahal. Kemudian Bang Palong terus belajar mengenai Seni Rupa
agar bisa diterima di ISI. Setelah mendalami Seni Rupa ternyata ia merasa
sangat susah untuk mempelajarinya. Ternyata Seni Rupa tidak segampang yang ia
pikirkan sebelumnya. Hampir selama 2 tahun Bang Palong tidak menghasilkan
sebuah karya. Akhirnya ia terus mencoba-mencoba untuk membuat karya tapi masih
belum berhasil. Bang Palong sendiri belum bisa berhasil lepas dari lukisan yang
berwujud. Lama kelamaan Bang Palong berhasil membuat sebuah lukisan yang bisa
ia pamerkan ke berbagai kota di Indonesia.
E. Tempat dan waktu yang dibutuhkan seniman membuat karya
E. Tempat dan waktu yang dibutuhkan seniman membuat karya
Studio Vandeaezz Factor merupakan tempat
yang digunakan Bang Palong untuk membuat karya lukisan “Malaikat Kelaparan”. Ia
membuat lukisan tersebut membutuhkan waktu selama kurang lebih 1 minggu.
F. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam proses
pembuatan lukisan sama seperti membuat lukisan pada umumnya yaitu kita perlu
menyiapkan Cat Air, Palet Cat, Kuas, Kertas atau Kanvas, Pensil, Penjepit
Kanvas, Alat Pembersih Kuas, dan Media Lukis.
Proses Pembuatan :
1. Siapkan
peralatan yang dibutuhkan ketika akan melukis. Misalnya Cat air, Palet Cat,
Kuas, dan lain-lain.
2. Sketsa terlebih
dahulu gambar yang ingin dilukis dan jangan terlalu tebal.
3. Siapkan cat dan
campurkan warna yang akan digunakan untuk melukis ke dalam palet cat.
4. Siapkan kanvas
dan lukis dengan menggunakan cat air yang sudah di siapkan.
(Lukisan Malaikat Kelaparan)
(Foto bersama Seniman)
DAFTAR PUSTAKA
Nurhadiat, Dedi.2004.Pendidikan Seni Rupa SMP Kelas 2.Jakarta:Grasindo



No comments:
Post a Comment